Home Tentang Kami Hubungi Kami New Release Cara Pemesanan Artis
 
 
Login Member
 
 
Dapatkan lagu-lagu produksi GNP di :
 
KATALOG PRODUK (KASET, CD, VCD, DVD)
 
   
 
 
Profil Artis

SAMBASUNDA
 
Didirikan oleh Ismet Ruchimat dkk. di Bandung pada tahun 1990 dengan nama PRAWA, semasa ia masih tercatat sebagai mahasiswa Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung. Dengan sepuluh orang personil, kelompok ini konsisten membawakan garapan-garapan musik kreasi baru dengan perangkat gamelan-gamelan tradisional.
Tahun 1997 kelompok ini berganti nama menjadi CBMW. Pada waktu itu terasa adanya perbedaan dalam gaya garapannya; lebih eksploratif, serta lebih fleksibel dalam menafsirkan jargon-jargon musik tradisi (karawitan). Perubahan pada gaya-gaya garapan ini nampaknya sebagai pengaruh langsung dari eksperimentasi serta pengolahan media ungkapnya (instrumen). Pada waktu itu, selain memakai gamelan degung, dipakai pula seperangkat gamelan eksperimen dari bambu berlaras pelog 8 nada. Contoh garapan seperti ini dapat dilihat dalam album pertama kelompok ini yang bertitel Sambasunda (Album CBMW; Sambasunda. Gema Nada Pertiwi. 1998)
 
Tahun 1998, kelompok ini kembali berganti nama menjadi Sambasunda. Nama ini boleh jadi sangat terinspirasi oleh salah satu lagu yang menjadi andalan dalam album pertamanya Sambasunda. Tidak dapat dipungkiri kalau nama itu sangat berbau latin, dan memang ada benarnya pula kalau gaya latin tampak kental dalam musik-musik yang dibawakan Sambasunda. Samba yang nyunda, mungkin secara sederhananya dapat dikatakan demikian. Tapi bagi Ismet Ruchimat dan kawan-kawan, tak hanya itu arti yang terkandung didalamnya. Sebab budaya Sunda juga mempunyai kata tersebut dalam kosa kata bahasanya, dan uniknya juga mempunyai interpretasi yang saling melengkapi. Kata samba dalam pengertian Sunda merujuk pada anak-anak muda dalam masa pubertasnya yang penuh semangat. Selain itu ada juga seorang tokoh wayang bernama Samba, Pangeran Samba, putera dari Betara Kresna. Bukti-bukti diatas menegaskan bahwa kata 'samba' bukan hanya milik kebudayan latin.
 
Awal tahun 2000 kata Performing Arts digandengkan dengan Sambasunda untuk menegaskan bahwa kelompok ini tidak hanya menggarap bidang musik, tapi juga berbagi bidang seni pertunjukan lainnya seperti seni tari dan teater. Selain itu cakupan aktivitasnya diperluas.Tidak hanya sebagai penggarap seni, tetapi juga melakukan usaha-usaha ke arah edukasional serta konservasi seni tradisi, seperti kegiatan pelatihan, misi budaya, workshop serta kampanye pengenalan seni tradisi pada anak-anak sekolah dasar dan menengah. Nama Sambasunda Performing Arts ini sudah mulai diperkenalkan pada sampul album kedua yang bertemakan Jaipongan. Pada album ini gaya eksloratif masih tercermin dari penggunaan gamelan Bali dipadu gamelan salendro. Hasilnya tentu saja berbeda dengan musik iringan Jaipongan yang biasa karena penambahan gamelan Bali yang berlaras mirip-mirip degung menjadikan nuansa lagu sama-sekali berbeda dengan menggunakan gamelan salendro. Belum lagi mengenai musikalitasnya, gamelan Bali dikenal dengan pola-pola melodi carukan yang sangat cepat   sehingga   semakin   memperluas  kemungkinan dalam bereksperimen (Bajidor Kahot, Album Sambasunda;Bali-Jaipong, Gema Nada Pertiwi, 2000)
 
Masih tahun 2000, Sambasunda kembali mengolah gamelan Bali dalam album ketiganya; Sunda Bali. Lima dari sepuluh lagu dalam album ini adalah aransemen dari lagu-lagu yang telah sangat dikenal masyarakat Sunda, bahkan Bali (Sabilulungan), tetapi bawakan dengan gaya yang sangat tidak biasa. Selain penggunaan gamelan Bali beserta vokabulernya, ketidak biasaan ini juga sebagai pengaruh dari penambahan instrumen-instrumen "tidak biasa" lainnya seperti conga, djembe, digerido serta flute (Sabilulungan, Album Sambasunda; Sunda Bali, Gema Nada Pertiwi, 2000).
 
Setelah meluncurkan sebuah album bertema keagamaan (Album Sambasunda; Takbir dan Shalawat, Gema Nada Pertiwi, 2001), eksplorasi terhadap alat musik bamboo kemudian berlanjut pada album kelima bertajuk Salsa and Salse. Pada Album ini basis instrument keseluruhannya adalah gamelan Bambu dengan basis musikal berbagai gaya latin -- serta tentu saja Sunda(Teamrisk, Album Sambasunda; Salsa And Salse, Gema Nada Pertiwi, 2001). Dengan jumlah instrumen yang jauh bertambah jika dibandingkan dari saat dibuatnya album pertama, proses pembuatan album ini adalah kerja besar yang melibatkan tak kurang dari 35 pendukung.
 
Pada bulan Mei 2002, Sambasunda turut memotori sebuah kegiatan yang melibatkan para seniman Jawa Barat dalam acara "Sawengi di Tatar Sunda; Journey to the Land of Beauty". Acara yang digelar di Hotel Mulia Jakarta serta melibatkan sekitar 250 pendukung ini diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Sukarnoputri.
 
Masih dibulan Mei, Sambasunda turut berpartisipasi dalam festival yang diadakan Pemda Riau bertema "Festival Gendang Serumpun Se-Asean" di Pekanbaru. Bulan Nopember Sambasunda diundang pemerintah China untuk berpartisipasi dalam 2002 Nanning International Art Festival of Folksongs di kota Nanning-Guangxi. Pada festival ini, Sambasunda membawakan lagu-lagu terdahulu serta beberapa aransemen baru dari lagu-lagu daerah Nusantara
 

 

PERSONIL

Saat ini Sambasunda beranggotakan 25 orang seniman-seniman muda, sebagian besar terdiri dari lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.

Berikut ini nama-nama anggota yang saat ini aktif di

Sambasunda.

  1. Ismet Ruchimat, S.Sn. M.Hum (komposer)

  2. Efiq Zulfiqar, S.Sn (komposer)

  3. Yadi Cahyadi,S.Sn (komposer)

  4. Nur Azis S.Sn (pemusik)

  5. Asep Yana, S.Sn (pemusik)

  6. Gungun Permana,S.Sn (pemusik) 

  7. Efendi Jaenudin, S.Sn (pemusik)

  8. Budi Sofyan,S.Sn (pemusik)

  9. Acep Hidayat, S.Sn (pemusik)

  10. Dadang Samsudin,S.Sn (pemusik)

  11. Endang Rukandi,S.Sn (pemusik)

  12. Atang Suryaman, S.Sn (pemusik)

  13. Endi Supendi, A.Md. (pemusik)

  14. Dinda Satya, S.Sn. M.Hum (pemusik)

  15. Rizko Agung (pemusik)

  16. Budiyana (pemusik) 

  17. Iman Lukman Hakim (pemusik)

  18. Tedi Hataji (pemusik)

  19. Rudi Muhkram (pemusik) 

  20. Tantan Hartana, S.Sn (pemusik)  

  21. Tettiani Mugiono (penyanyi)

  22. Rita Tila (penyanyi)

  23. Ati Sumiati (koreografer)

  24. Taufik Hidayat (koreografer)

  25. Hilda (penari)

ALBUM REKAMAN:

  1. Album Sambasunda: "Rythmical Sundanese People" Gema Nada Pertiwi, 1997.

  2. Album Gebyar Bali Jaiong: "Bajidor Kahot", Gema Nada Pertiwi, 2000.

  3. Album Sunda-Bali: "Millenium Ritual", Gema Nada Pertiwi, 2000.

  4. Album Takbir & Shalawat, Gema Nada Pertiwi, 2001.

  5. Album Salsa & Salse: "We Play, We Live, We Eat With Bamboo" Gema Nada Pertiwi, 2002.

  6. Album Kompilasi: "World Music Rough Guide" 2000.

  7. Album Kompilasi: "Island Blues", 2002

  8. Album Kompilasi: "Travelogue", 2002


KEGIATAN-KEGIATAN YANG PERNAH DIIKUTI:

  1. Mewakili Indonesia dalam "Multi Cultural Festival of Asian Music", Sri Lanka, 1998.

  2. Program "Langlang Budaya" TVRI Bandung, 2000 

  3. Tampil pada "Indomusik Expo 2000", Jakarta, 2000

  4. Konser sendiri "Ex Undis Sol", Bandung, 2000

  5. Konser di Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Bandung, 2000-2002

  6. Beberapa konser di Rumah Nusantara, Bandung, 2000-2001.

  7. Serangkaian pertunjukan di beberapa negara Eropa; Roskilde Music Festival (Denmark), Rudolstad Music Festival (Jerman), 2001.

  8. Konser di Taman Budaya Provinsi Jawa Barat, Bandung, 2002

  9. Konser dalam rangka Grand Opening Asia Africa Cultural Centre (AACC), NAM Centre, Jakarta, 2002

  10. Pentas Wayang Golek Ajen, Indosiar, Jakarta, 2002

  11. Pentas bersama seniman Jawa Barat pada acara "Sawengi di Tatar Sunda", Jakarta, 2002.

  12. Mewakili Jawa Barat dalam "Festival Gendang Serumpun Melayu Se-Asean" di Pekan Baru, Riau, 2002.

  13. Bersama Asian Music Circuit (AMC) mengadakan pertunjukan kembali di beberapa negara Eropa (Inggris,Honggaria, Austria dan Belgia), 2002.

  14. Nominator Majalah NewsMusik Award 2001 Kategori Musik Tradisional.

  15. Nominator dua kategori AMI Sharp Award 2002: Kategori Album Latin (Salsa & Salse) dan Instrumental (Teamrisk), Jakarta, 2002

  16. Berkolaborasi dengan Indra Lesmana dalam "Malam Anugerah Musik Indonesia 2002", Jakarta 2002.

  17. Mengisi Program Ramadhan "Ramadhan Mubarak" dan "Talbiah Harapan", RCTI, November 2002.

  18. Mengikuti festival folk song internasional "Nanning International Festival of Folk Songs" di Nanning, Guangxi, RRC, 2002.

  19. Pertunjukan di Itali dalam kegiatan "Festival Mediteraneo" tahun 2003.

  20. Pertunjukan di Inggris dalam kegiatan "WOMAD" (World Music and Dance) tahun 2003

  21. Pertunjukan di Belgia dalam pada kegiatan "Sfink Festival" tahun 2003

  22. Pertunjukan di Amsterdam dalam kegiatan "Amsterdam Root Festival" tahun 2003

  23. Pertunjukan di Taipei dalam Kegiatan "Migration Music Festival" tahun 2003

  24. Sebagai Nominator dalam bidang worl music yang diselenggarakan oleg Radio BBC 3 Award tahun 2004.

  25. Tahun 2004 ini sambasunda akan mengadakan "ASIAN TOUR"   2004 (Taipei, Singapore,Malaysia, Hongkong)

Tentang Composer
Pemimpin kelompok musik Sambasunda ini ialah ISMET RUCHIMAT. Komposer yang satu ini telah banyak melakukan kerja sama dalam proses kreatifnya sehingga dari seluruh aktivitasnya betul-betul menampakan salah satu figur yang konsisten terhadap pembaharuan. Namanya dalam dunia seni pertunjukan Jawa Barat sudah tidak asing lagi, karya-karyanya baik dalam bentuk kaset atau CD telah sangat menjanjikan perkembangan karawitan dewasa ini.

Upaya Ismet Ruchimat dalam mencapai kemampuan kreativitas semacam ini banyak dipengaruhi oleh dua orang seniman kenamaan di Jawa Barat, yaitu Sang Composer Dody Satya Eka Gustdiman serta sang inventor tarian Jaipongan Gugum Gumbira.

Di samping kegiatan rutinnya di dalam negeri sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, di luar negeri Ismet Ruchimat beraktivitas sebagai dosen tamu di Oslo University dan Norgehogmusikk Skole, Norwegia dari tahun 1994 hingga sekarang. Pada saat sekarang Ismet Ruchimat sedang menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan praktis dalam lingkungan seninya Ismet Ruchimat kerap kali mengadakan pertunjukan musik bersama seniman-seniman dalam dan luar negeri, seperti: Gugum Gumbira tahun 1993-1995 dalam Kirab Remaja Nasional Ke I, II, serta dalam acara penyambutan Sekjen PBB Boutros-Boutros Gali serta Pemimpin PLO Yasser Arafat dalam kegiatan KKT Non Blok di Gedung Merdeka. Berkolaborasi bersama Dr. Rahayu Supanggah dalam International Gamelan Festival di Wellington, New Zealand tahun 1999, Vidal Paz (Spanyol) tahun 1990, Mick Jagger tahun 1989 dalam pertunjukan di Jakarta, Ron Revees tahun 1999 di New Zealand, Bergabung Margaret Bradley dan Dody Satya Ekagustdiman dari Australia dalam Tri Madois 1993-hingga sekarang,  Patrick Shaw Iversen  tahun 1997 di Oslo, Norway, Prof. Rob Waring di Norway tahun 1994, Prof. Kjell Sampkot di Norway tahun 1997, mengadakan pertunjukan solo di Redjavik, Iceland pada tahun 1994,  kemudian Ia bergabung dalam pertunjukan bersama salah seorang violist kenamaan Harmout Frank di Denpasar tahun 1999. Mengadakan lawatan  ke Jepang dan korea dalam rangka mengadakan pertunjukan bersama Suzuki Tatsuro, Kudo Miyazawa tahun 1998. Bersama pemain suling ternama Hariprasad Chaurasia Ismet Ruchimat mengadakan pertunjukan di India pada tahun 1990. Bersama komponis lagu kenamaan "Denpasar Moon", Sabah Hasan Mustafa, Ismet Ruchimat telah mengeluarkan sejumlah album rekaman. Pada tahun ini Ismet Ruchimat telah mempersiapkan sejumlah album hasil kolaborasi dengan pemusik-pemusik kenamaan dari Caribia, Tata Guine (pemain Conga) serta  Chiquelo, seorang gitaris kenamaan dari Spanyol.

  • Karya-karya Ismet Ruchimat  dalam bentuk kaset dan CD :
    Sunda Africa (1993)  
    Sunda Africa II (1999)
    Moon Magic (1998)
    Sambasunda (1998)
    Scorpion Lovers (1996)
    Bali Meet Java (1997)
    Millenium Ritual (2000)
    Indonesia Meets Carribean (1999)
    Shamans of  The Sahara (1999)
    India Meets the Gypsies (1999)
    Trance Of  The Litlle Devil (1999)
    Dance Of Litlle Devil (1999)
    Dedikasi I (1993)
    Dedikasi II (1994)
    Solali (1999)
    Jalan Kopo (1997)
    Sunda Bali (2000)
    Bali Jaipong (2000)

Takbir dan Shalawat

Regae & Reagoe (2003)

Salsa & Salse

Return To The Greates (2003)

 
 
 
 
 
» Stanza
 
» Iin Indriani
 

» Tuti Maryati

 
» Clarissa Tamara
 
» Sambasunda
 
» Harry & Iin
 
» Sundari Soekotjo
 
» Lidya Lau
 
» Mus Mulyadi
 
» Gens 21
 
 
 
 
  Copyright 2010 PT. Gema Nada Pertiwi